Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Departemen Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Seluruh mahasiswa PSPPA Angkatan VI telah menyelesaikan rangkaian Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Apoteker (UKOMNAS PDPA) Periode II Tahun 2026 yang meliputi metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan Computer Based Test (CBT).
Pelaksanaan ujian praktek klinik melalui metode OSCE berlangsung pada 25–27 Juli 2026, disusul ujian berbasis komputer (CBT) pada 9 Agustus 2026. Rangkaian uji kompetensi ini menjadi standar kelulusan nasional untuk memastikan setiap lulusan memiliki kapabilitas, keterampilan klinis, dan etik yang komprehensif sebelum resmi menyandang gelar Apoteker.
Bagi mahasiswa PSPPA FMIPA USK Angkatan VI, pelaksanaan UKOMNAS PDPA menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan menuju profesi apoteker. Proses tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengukur kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tuntutan praktik kefarmasian yang semakin dinamis dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Capaian mahasiswa dalam uji kompetensi nasional ini juga menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap penyelenggaraan pendidikan profesi apoteker di PSPPA FMIPA USK. Proses pembelajaran yang terintegrasi antara teori, praktik, pembelajaran klinis, serta pembimbingan profesi menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.
Kepala Departemen Farmasi FMIPA USK, Tedy Kurniawan Bakri, S.Farm., M.Farm., Apt. menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa Angkatan VI yang telah menyelesaikan rangkaian UKOMNAS PDPA dengan penuh tanggung jawab.
“UKOMNAS merupakan salah satu tahapan penting untuk mengukur kesiapan mahasiswa sebelum menjalankan profesinya sebagai apoteker. Kami mengapresiasi kerja keras mahasiswa serta dukungan dosen dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi proses pendidikan dan persiapan uji kompetensi,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh dosen pembimbing dan tenaga kependidikan PSPPA FMIPA USK yang telah memberikan pendampingan selama proses pendidikan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan proses pendidikan profesi yang berkualitas dan berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan.
Lebih dari sekadar menyelesaikan tahapan pendidikan, perjalanan mahasiswa PSPPA Angkatan VI menuju profesi apoteker menjadi bagian dari kontribusi USK dalam menyiapkan sumber daya manusia bidang kesehatan. Lulusan apoteker diharapkan tidak hanya memiliki penguasaan ilmu kefarmasian, tetapi juga mampu menerapkan prinsip profesionalisme, etika, komunikasi, dan keselamatan pasien dalam menjalankan praktiknya. Komitmen tersebut sejalan dengan kontribusi USK terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan): Melahirkan calon apoteker yang kompeten dan siap memberikan pelayanan kefarmasian berkualitas, menjamin keamanan obat, serta meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
- SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Menegaskan komitmen PSPPA FMIPA USK dalam menyelenggarakan pendidikan profesi yang unggul, berstandar nasional, dan mampu mencetak sumber daya manusia berdaya saing tinggi.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Menguatkan kolaborasi akademis dan institusional dengan berbagai lembaga kesehatan demi terciptanya sistem pelayanan kesehatan berkelanjutan.
Dengan bekal ilmu dan kelulusan uji kompetensi nasional ini, para lulusan Angkatan VI diharapkan siap mengabdi di berbagai sektor kefarmasian—mulai dari pelayanan rumah sakit, industri farmasi, hingga regulasi pemerintahan—guna mendorong kesejahteraan kesehatan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

Comments are closed